Dear Life
PROLOG
Senja telah berganti, malam pun datang menghampiriku. Burung-burung terbang kembali ke kandang, mencari kehangatan dalam dinginnya malam. Aku hanyalah gadis kecil yang dengan polosnya menatap pilu penuh rindu kepada langit malam kelabu. Mencemooh kehidupanku di dunia yang fana ini.
Sembari memperhatikan orang orang yang berlalu-lalang dengan tergesa agar segera mencapai rumah, disini aku terdiam. Demi Tuhan. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dan bagaimana seharusnya aku bersikap. Yang jelas saat ini hatiku hanya terpatri saku kata. Iri.
saat orang lain tengah mencoba mencari kenyamanan dan kehangatan didalam keluarganya, disini aku malah sibuk meratapi nasib sambil terus merenung. terkadang aku merasaterasingkan secara tidak adil apabila menatap orang lain karena mereka yang begitu umudahnya meraih kebahagiaan tanpa harus terluka atau bertanya dan hanya perlu duduk manis saja.
sejujurnya, aku tidak mau pulang. aku merasa ini sudah lebih dari
cukup. dalam 15 tahun kehidupanku, aku bukanlah tipe gadis kecil manja
yang diperhatikan keluarga, bukan juga seorang anak kebanggan yang
dinomorsatukan orang tua. Tidak, bagi mereka aku hanyalah sebuah kesalahan.
kesalahan yang harusnya tidak pernah terjadi, apalagi terlahir di dunia. Sungguh
adil bukan?
namun, sekeras apapun penolakanku akan hidup ini, disinilah aku. melangkah kembali pulang ke rumah. Memang rumah yang kutempati, namun bukan tempat dimana hatiku bisa pulang seutuhnya. ketika kulangkahkan kakiku memasuki pelataran rumah, saat itulah sebuah terikan keras menggema ke dalam rongga telingaku. "Sialan! Kemana saja kamu seharian ini!!".
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Halo, setelah lama tidak menulis di blog, sekarang aku mau coba buat bikin cerita sederhana. konfliknya juga bukan konflik yang terlalu berat, dan menurutku bahkan beberapa part dari cerita ini sedikit tidak, penah kita alami. selamat membaca :)
Komentar
Posting Komentar